Monday, 14 April 2008

Sejarahnya Kitab Injil yang Sekarang.

بسم الله الرحمن الرحي
Kepada seluruh manusia yang beragama, sepertinya jangan di lewatkan yang saya kutip di bawah ini dari situs http://media.isnet.org/antar/Eddy/KembangPaulus.html, Cuman sayangnya hanya sebagian saya yakin kutipan ini masih panjang yang di ceritakan olehnya. Untuk umat Keristen semoga mendapat pencerahan dan untuk islam semoga mendapat lebih mendekatkan keyakinannya apa yang di bawa nabi kita Muhammad saw. jika anda membacanya saya yakin kitab injil yang sekarang itu seperti apa. coba buka di situs http://media.isnet.org/antar/Eddy/KembangPaulus.html. semoga bermantfaat, kutipan yang ku dapat ini.

Mengapa Saya Masuk Agama Islam

oleh ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)
PERKEMBANGAN AJARAN-AJARAN PAULUS

Ajaran Paulus yang banyak  mengandung  mithos-mithos  Yunani
ini   ternyata   banyak   sekali   mendapat  dukungan,  dari
orang-orang sekitar Mediteraan, Laut  Tengah.  Ia  antaranya
didukung  oleh Ireneus (150 - 202 M), Tertulianus (155 - 220
M) Origens (185 - 254 M) dan Anthanasius, yaitu  Bapak  yang
melahirkan  Trinitas  yang  hidup sekitar tahun 298 - 377 M,
yang ikut memelopori  Trinitas  dalam  sidang  dikota  Nicea
tahun  325  M.  Di  belakang  Anthanasius berdiri pula Santo
Agustinus (354 - 430) dan Gregoryus Nyssa  (335  -  394  M).
Mereka,  pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan
berunding, bagaimana memecahkan  persoalan  Tuhan  itu  tiga
tetapi   satu.   Maka  tidaklah  heran  kita  bila  kemudian
mendengarkan adanya konsili-konsili seperti  konsili  Nicea,
konsili   Epesus,   konsili   Alexandria  dll,  dimana  pada
tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu  "perkembangan  baru
dari  Tuhan,"  seperti  pelenyapan  Injil-injil  yang  asli,
pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya. Dalam  zaman
seperti  yang  saya  sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang
menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu  lahir
pula  golongan-golongan  Nestorius  (388-440  M)  dan  Arius
(270-350 M). Kedua golongan ini terkenal gigihnya  menentang
ajaran  Paulus,  sambil  tetap berkeyakinan bahwa tiada lain
yang  disembah  melainkan   Allah   yang   Maha   Esa,   dan
pertentangan   mereka   inilah   yang  akhirnya  menimbulkan
perburuan manusia yang  tiada  taranya,  dimana  lawan-lawan
ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan
singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

PEMERINTAH ROMAWI TURUN TANGAN

Pemerintah Romawi melihat adanya  suatu  kericuhan-kericuhan
didalam      negerinya,      tidaklah      tinggal     diam.
Kericuhan-kericuhan agama ini  bila  dibiarkan,  kemungkinan
besar  akan  menimbulkan  suatu hal-hal yang lebih besar dan
berbahaya pula. Itulah  sebabnya  maka  pada  tahun  326  M,
kaizar  Konstantin  yang  Agung segera mengadakan musyawarah
atau  konsili   dikota   Nicea,   dimana   golongan-golongan
Tertulianus,   Origenes,   Anthanasius  dipertemukan  dengan
golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang  seangkatan
dengannya.  Gagasan  Kaisar  mungkin  kurang ditanggapi oleh
ummat,  maka  dari  undangan  yang  datang  ternyata   belum
setengahnya.  Didalam  perdebatan  itu, mereka terpecah dua,
yaitu golongan-golongan yang  mempertahankan  Yesus  sebagai
manusia,  dan  golongan  golongan  yang mempertahankan Yesus
sebagai Tuhan. Berhubung tidak  adanya  kata  sepakat,  maka
kaisar  mengambil  keputusan  (dekrit?)  bahwa  Yesus adalah
Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia.
Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya
10 suara. Berhubung yang 2  suara  ini  lebih  dekat  dengan
selera  kaisar,  maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara
inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan
manusia  terhadap  diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan
suatu  dekrit  umum  bahwa  semua   orang   harus   menerima
gagasannya  itu.  Maka  mulailah  disini  penjagalan manusia
besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak  ajaran  Yesus
Tuhan  dan  manusia  dibunuh dengan bermacam-macam cara yang
keji.  Belakangan  ternyata  pula,  kaisar  Konstantin  raja
Romawi  yang  kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai
tahun-tahun inilah Kristen  itu  mulai  lahir,  dalam  suatu
bentuk  yang  bernama:  Katolik yang artinya Umum. Konsili I
ini rupa-rupanya belumlah dapat  menampung  segala  aspirasi
ummat.  Maka  mereka  kemudian  mengadakan Konsili II dikota
Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi  bahwa
Anak  adalah  Homo  Osius  dengan  Bapa  (Creator).  Didalam
Konsili II ini pula mereka  menambahkan  materi  Rokhulkudus
sebagai  oknum  ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah
Tuhan  Allah  Bapa,  dan  Anak  serta  Rokhulkudus.  Didalam
tahun-tahun    inilah    kemungkinan   besar   orang   mulai
menambah-nambah  Injil  Matius  dengan   tulisan:   Pergilah
keseluruh  dunia  baptiskanlah  seluruh  bangsa  dengan nama
Bapa, dan  Anak  dan  Rokhulkudus  (Matius  28:10).  Konsili
ke-III  diadakan  dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili
inilah dikeluarkan  perintah  untuk  mengutuk  ajaran-ajaran
Nestorian   dan   Arianisme   yang   bidaat  itu.  Merekapun
mengeluarkan  pernyataan  perang  terhadap   Injil,   dimana
seluruh    Injil-injil    yang    asli    dimusnahkan   atau
diapokratipkan. Sebagaimana kita  mengetahui,  semasa  Yesus
hidup  ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari
menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya  sebab  pada
zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus
ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam
Injil.  Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian
hari kita kenal telah  dibukukan  dengan  nama  Injil,  yang
dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti:

(1) Injil Markion,   (2) Injil Mesir,      (3) Injil Eva,
(4) Injil Yudas,     (5) Injil Nicodemus,  (6) Injil Thomas,
(7) Injil Barnaba,   (8) Injil Matius,     (9) Injil Yosepus,
(10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria,
(13) Injil Yesus,    (14) Injil Andreas,   (15) Injil Pilipias,
dan lain-lainnya.

Saya masih teringat, ketika ibu saya  juga  bertanya  kepada
ayah  saya,  adakah murid-murid Yesus itu juga menulis Injil
dan mengapa katanya  ada  Injil-injil  yang  dilarang  untuk
dibaca?  Ayah  saya  yang  sudah  tamat  sekolah  pendeta di
Bandung pada tahun 1936, sebenarnya mengetahui akan hal ini.
lbu   saya  bertanya  karena  kemungkinan  ibu  saya  pernah
membuka-buka  buku  pelajaran  ayah  dan  kemudian   terbaca
olehnya.  Ayah  saya  adalah  seorang  pendeta, paling tidak
beliau adalah seorang Kristen  yang  taat.  Itulah  sebabnya
ayah  saya  lalu  menjawab bahwa memang benar, ada sementara
Injil-injil yang dilarang sebab  Injil  itu  ternyata  Injil
palsu    ciptaan    syaitan,    yang   bertentangan   dengan
ajaran-ajaran Yesus. Ayah saya mungkin  tidak  diberitahukan
oleh  gurunya,  atau  ayah saya tahu, tetapi pura-pura tidak
tahu,  wallahu'alam,  yang  jelas  ialah  ayah  saya   telah
memberikan  suatu  keterangan  yang  salah. Injil-injil yang
dikatakan memuat  ajaran  syaitan  dan  bertentangan  dengan
ajaran  Yesus  itulah sebenarnya injil-injil yang asli, yang
didalamnya  tidak  pernah  atau   belum   pernah   kemasukan
ajaran-ajaran Paulus

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius,  Markus,  Lukas  dan
Yahya  itulah  yang  mengajarkan  ajaran-ajaran palsu. Lukas
misalnya, ia adalah dokter pribadi  dari  Paulus.  Ia  dalam
menulis    Injil,    dengan    sendirinya   kemasukan   pula
ajaran-ajarannya   Paulus.   Ini   bisa   dibuktikan   dalam
tulisannya  pada  kisah  rasul-  rasul,  dimana jelas nampak
kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan
murid  ini  setengah  mengkultus  dan  mendewakannya.  Lukas
menyusun Injilnya  berdasarkan  kepada  Markus-tua  atau  Ur
Markus.   Sedangkan   Markus  sendiri  bukannya  orang  yang
dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada  Ur
Markus,  jadi  Matiuspun  menjiplak.  Itulah  sebabnya dalam
Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali  dijumpai
kalimat-kalimat    atau   perkataan-perkataan   yang   sama,
disamping   pertentangan-pertentangan   yang    ada.    Lalu
bagaimanakah  dengan  Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian
Jarnawi   Hadikusumo   dalam   bukunya:   Tinjauan   sekitar
Perjanjian  Lama  & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang
lebih:

1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab
isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen,
Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih.
(Yahya 13:23 dan 21:20). Oleh karena itulah maka kepercayaan
Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik
Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu.
2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya
bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada
tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar
tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan
besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang
Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia
menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran
Corentus dan Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh
kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica
yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis.
Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H.
Bavink dalam kitabnya yang bernama: "De Weg Van Gods
Koninkrijk."
Kembali kepada soal Matius, pada waktu Yesus hidup ia
masih anak kecil berumur 5 tahun. Ia menulis Injil pada
tahun 88 M, dus 55 tahun sesudah kepergian Yesus. Waktu yang
55 tahun saya kira sudah sangat lama untuk mengingat semua
kejadian, apalagi untuk menulis perkatan-perkataan seseorang
Dari manakah ia mengetahui percakapan Gembala-gembala Efrata
dengan para malaikat? Bukankah pada waktu itu ia tidak
berada di padang Efrata? Lalu darimana pula ia mengetahui
dialog Mariam dan Jibril? Bukankah dari mulut ke mulut juga
asalnya?
MENGAPA SAYA MASUK AGAMA ISLAM
dan MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD
SEBAGAI RASUL ALLAH S.W.T.

oleh: ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)

Penerbit:  C.V. "RAMADHANI" - Semarang
Penyiar: "AB. SITTI SYAMSIYAH" - Sala

Thursday, 10 April 2008

Saksi di Hari Kiamat

Zalzalah [4] Pada hari itu bumi pun menceritakan khabar beritanya:

BUMI AKAN MENJADI SAKSI Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w membaca ayat ini: Yang bermaksud:

Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kemudian baginda bertanya: Adakah kamu tahu apakah yang akan diberitahu oleh bumi itu nanti? Allah s.w.t. dan RasulNya yang lebih mengetahui sahabat menjawab: .

Baginda s.a.w. bersabda:

Sesungguhnya berita yang akan disampaikan oleh bumi ialah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, sama ada lelaki ataupun perempuan terhadap apa yang mereka lakukan di atasnya. Bumi akan berkata: Dia telah melakukan itu dan ini pada hari itu dan ini. Itulah berita yang akan diberitahu oleh bumi.” (Hadis riwayat Imam Tirmizi)

LAIN-LAIN SAKSI

Rasulullah saw. bersabda : “Maka Tuhan berfirman : “Cukuplah dirimu sebagai saksi pada hari ini, juga malaikat Kiraman Katibin sebagai saksi”.

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:Demi Allah! Allah akan membangkitkannya (Hajarul Aswad) pada hari kiamat, baginya sepasang mata untuk melihat dan lidah untuk berkata-kata; menjadi saksi kepada sesiapa yang mengusapnya dengan kebenaran.” (Hadis riwayat al-Tirmizi)

An-Nur [24] Pada hari lidah mereka dan tangan mereka serta kaki mereka menjadi saksi terhadap diri mereka sendiri, tentang segala yang mereka lakukan

Fussilat [21] Dan (setelah berlaku yang demikian), berkatalah mereka kepada kulit-kulit badan mereka: Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami? Kulit-kulit badan mereka menjawab: Allah yang berkuasa menjadikan tiap-tiap sesuatu pandai berkata-kata, telah menjadikan kami dapat berkata-kata dan Dialah yang menciptakan kamu pada mulanya dan kepadaNyalah kamu dikembalikan (untuk menerima balasan)

Sepertimana Allah menjadikan Nabi Isa boleh berkata-kata ketika baginda masih kecil:

Maryam[29] Maka Mariam segera menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata (dengan hairannya): Bagaimana kami boleh berkata-kata dengan seorang yang masih kanak-kanak dalam buaian? [30] Dia menjawab: Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Dia telah memberikan kepadaku Kitab (Injil) dan Dia telah menjadikan daku seorang Nabi.